Rabu, 22 Mei 2019
CARA BETERNAK SAPI PERAH
Cara ternak sapi perah

Perkandangan sapi perah
Untuk memelihara sapi perah kandang harus kebersihannya terjaga. Semakin nyaman
keadaan sapi, semakin tinggi produktivitas susunya.Tinggi kandang yang dianjurkan untuk memelihara sapi perah sekitar
4-4,5 meter. Struktur kandang harus dibuat dari bahan yang kuat, bisa
besi, kayu ataupun bambu. Lantai kandang sebaiknya terbuat dari bahan
yang kuat, bersih dan tidak membahayakan sapi. Lantai harus nyaman
digunakanan untuk rebahan. Lantai tanah sangat tidak dianjurkan untuk
memelihara spai perah.Tempat makan dan minum harus didesain agar sapi mudah mengaksesnya
namun tidak bisa menginjak-nginjaknya. Kemudian saluran drainase atau
pembuangan air dan kotoran. Sapi perah menuntut pembersihan kandang
setiap waktu.
Pemilihan bakalan ternak sapi perah
Secara umum ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih bakalan untuk ternak sapi perah, diantaranya:
- Sapi harus sehat, tubuh tidak cacat, kulit mulus, bebas parasit.
- Usahakan untuk mengetahui riwayat bakalan tersebut, lengkap dengan silsilahnya.
- Mata bening cerah tidak kusam, tidak berair atau tidak terdapat kotoran mata.
- Tidak banyak keluar lendir dari hidungnya, napasnya bagus tidak ada tanda-tanda batuk.
- Kuku-kuku bagus, bentuknya sempurna, tidak ada gejala-gejala bengkak, bila diraba suhunya tidak terasa panas.
- Tidak ada tanda-tanda mencret pada sekitar duburnya.
Penempatan sapi di kandang harus ditata agar mudah dibersihkan. Untuk
ternak skala kecil, sekitar 1-10 ekor sbeiknya sapi diletakan dalam
susunan satu baris, menghadap pada arah yang sama.
Pemberian minum & pakan
Untuk menghasilkan 1 kg susu diperlukan sekitar 4-5 kg air. Oleh
karena itu, air minum harus disediakan secara tidak terbatas. Biarkan
sapi minum sebanyak-banyaknya. Usahakan agar air minum dan tempatnya
selalu bersih. Pemberian pakan sangat berperan besar memicu produktivitas susu. Sapi
harus mendapatkan pakan yang seimbang dalam arti semua unsur nutrisinya
terpenuhi. Pakan yang baik harus mengandung karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral. Khusus untuk sapi yang tengah menyusui atau dalam masa laktasi (masa
pemerahan) kebutuhan makanannya ditambah sekitar 25% lebih bayak. Begitu
juga dengan kebutuhan minumnya.
Perkawinan sapi perah
Sapi betina mengalami masa birahi relatif pendek, sekitar 15-18 jam.
Waktu birahi lenjutnya akan datang setelah 21 hari. Jadi, bila peternak
terlambat mengetahui masa birahi, harus menunggu kedatangan masa birahi
berikutnya. Ada pun ciri-ciri sapi betina yang mengalami birahi adalah
sebagai berikut:
- Nafsu makan menurun.
- Tampak gelisah.
- Sering melengguh dan mendekati sapi jantan.
- Sering menaiki spai lain, kalau dinaiki akan diam.
- Vulva tampak merah dan mengeluarkan cairan.
Sementara itu, masa birahi yang dialami sapi jantan cukup sering.
Dalam jangka waktu 2-3 hari sapi jantan bisa mengalami siklus birahi.
Terdapat dua cara mengawinkan sapi perah, yakni secara alami dan kawin suntik atau inseminasi buatan.
- Kawin alami, mengawinkan sapi jantan dan betina secara langsung. Seekor sapi jantan bisa mengawini 25-30 ekor sapi betina. Untuk peternakan susu kecil, perkawinan biasanya dilakukan dalam satu kandang. Dimana ada satu betina dan satu jantan yang keduanya sedang mengalami birahi.
- Kawin suntik, dilakukan dengan memasukkan sperma sapi jantan menggunakan peralatan tertentu ke dalam vagina spai betina. Kawin suntik ini memiliki banyak keunggulan. Lebih praktis, tidak perlu membawa sapi jantan ke sapi betina. Sperma bahkan bisa didapatkan dari penyedia sperma unggul, tanpa peternak memiliki spai pejantannya.
Masa laktasi dan pemerahan
a. Masa laktasi
Sapi perah betina sudah bisa beranak setelah 2,5 tahun. Setelah
melahirkan anaknya, sapi bisa diperah selama 10 bulan. Di masa-masa
awal, sekitar satu minggu setelah melahirkan susu yang dihasilkan
berwarna kekuningan dan agak kental. Susu ini disebut kolostrum yang
banyak mengandung gizi. Kolostrum biasanya diberikan kepada bayi sapi.
Setelah itu sapi akan mengeluarkan susu dengan jumlah yang
fluktuatif. Pertama-tama volumenya agak sedikit semakin hari semakin
banyak hingga akhirnya menurun kembali hingg pada bulan ke-10. Selama
masa laktasi berat badan sapi akan mengalami turun naik.
Sapi perah betina bisa beranak setahun sekali. Biasanya sapi dikeringkan terlebih dahulu 2 bulan menjelang melahirkan.
Sapi perah betina akan terus produktif hingga usia 10 tahun. Puncak
produktivitasnya ada pada umur 7-8 tahun. Setelah melewati umur 10 tahun
produksi susu akan berkurang drastis.
b. Pemerahan
Pemerahan susu biasa dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari.
Masing-masing proses pemerahan berlangsung selama 5-7 menit saja. Ada
bebrapa hal yang harus diperhatikan dalam memerah susu, antara lain:
- Kandang dan peralatan perah harus benar-benar bersih.
- Badan sapi harus dibersihkan terlebih dahulu, tidak ada kotoran yang menempel pada bagian belakang sapi.
- Pemerah susunya pun harus dalam keadaan bersih, karena susu mudah meyerap bau-bauan.
- Ambing susu dicuci terleih dahulu dengan air hangat, untuk meminimalkan pencemaran oleh bakteri.
CARA BETERNAK AYAM KAMPUNG ASLI
Cara ternak ayam kampung

Memelihara ayam kampung
Ayam kampung merupakan ayam lokal asli yang berasal dari
ayam hutan yang dijinakkan. Kelebihan ayam kampung mempunyai daya tahan yang cukup kuat terhadap
penyakit.
Bibit ayam kampung bisa didapatkan dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken
(DOC), atau indukan. Bila membeli dalam bentuk telur, pastikan
mengetahui asal-usul telur tersebut. Bila memilih bibit dari DOC, kenali
ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata
bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.
Ternak ayam kampung biasanya tidak membedakan antara ayam petelur dan
ayam pedaging. Produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah,
sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, hingga umur 2
bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru pada
umur 8-12 bulan ayam kampung sudah siap untuk ukuran konsumsi. Ayam kampung juga bisa produktif
asal mendapatkan perlakuan dan pemberian pakan yang tepat. Telur yang
dihasilkan karena tidak dikawini infertil dan tidak akan menetas.Ayam
kampung sudah bisa bertelur setelah berumur 6 bulan.
Tidak seperti ayam ras, betina ayam kampung mempunyai naluri yang
tinggi untuk mengerami telur dan memelihara anaknya. Saat periode
mengerami dan mengasuh anak, ayam betina menjadi agresif untuk
melindungi anaknya.
Ada hal yang harus dipantang dalam ternak ayam kampung asli, yakni
jangan mengurung ayam 24 jam dan jangan hanya memberikan pakan pabrikan
saja. Bila kedua hal tersebut dilakukan, siap-siap untuk merugi. Ayam
kampung asli yang dikurung 24 jam artinya harus diberikan pakan buatan
secara terus menerus. Lingkungan seperti itu akan memberikan pakan alami bagi ayam. Hijauan
akan tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah juga bisa memenuhi
kebutuhan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk
membantu pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan
tidak secara intensif, hanya 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam
mencarinya sendiri.
- Pakan untuk ayam umur 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler. Untuk umur ayam 2-4 bulan bisa diberikan pakan broiler dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.
- Untuk ayam dengan umur di atas 4 bulan, bisa diberikan campuran antara layer dan dedak atau jagung dengan perbandingan 1:2. Berikan pula hijauan sebanyak 20 % dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
- Untuk ayam yang masuk periode bertelur, biasanya umur lebih dari 6 bulan, berikan pakan berupa campuran dari layer dan dedak dengan perbandingan 1:1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakannya. Kebutuhan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
- Bila tidak mau membeli pakan pabrikan, bisa dibuatkan pakan dari sumber alternatif. Berikut bahan-bahan yang bisa dijadikan pakan untuk ternak ayam kampung: talas (umbi dan daunnya), beras paling murah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong. Cara membuatnya lihat tips di bawah.
- Sebagai pakan tambahan bisa dicarikan sisa-sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan pangan seperti ampas tahu.
- Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat agar tumbuh hijauan juga membantu menyediakan pakan tambahan bagi ayam kampung.
Ayam kampung bisa dikonsumsi setelah umur lebih dari 8 bulan. Bila
harga pada saat itu, tidak menarik peternak bisa menunggu hingga umur 12
bulan atau lebih. Ayam bisa diarahkan untuk diambil telurnya saja.
Kecuali untuk telur, bila telur yang dihasilkan infertil harus tetap
dijual karena akan busuk. Namun bila telurnya fertil atau bisa menetas,
peternak bisa menunda menjualnya dan telur bisa terus dierami indukan
ayam dan ditetaskan.










