Cara ternak sapi perah

Perkandangan sapi perah
Untuk memelihara sapi perah kandang harus kebersihannya terjaga. Semakin nyaman
keadaan sapi, semakin tinggi produktivitas susunya.Tinggi kandang yang dianjurkan untuk memelihara sapi perah sekitar
4-4,5 meter. Struktur kandang harus dibuat dari bahan yang kuat, bisa
besi, kayu ataupun bambu. Lantai kandang sebaiknya terbuat dari bahan
yang kuat, bersih dan tidak membahayakan sapi. Lantai harus nyaman
digunakanan untuk rebahan. Lantai tanah sangat tidak dianjurkan untuk
memelihara spai perah.Tempat makan dan minum harus didesain agar sapi mudah mengaksesnya
namun tidak bisa menginjak-nginjaknya. Kemudian saluran drainase atau
pembuangan air dan kotoran. Sapi perah menuntut pembersihan kandang
setiap waktu.
Pemilihan bakalan ternak sapi perah
Secara umum ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih bakalan untuk ternak sapi perah, diantaranya:
- Sapi harus sehat, tubuh tidak cacat, kulit mulus, bebas parasit.
- Usahakan untuk mengetahui riwayat bakalan tersebut, lengkap dengan silsilahnya.
- Mata bening cerah tidak kusam, tidak berair atau tidak terdapat kotoran mata.
- Tidak banyak keluar lendir dari hidungnya, napasnya bagus tidak ada tanda-tanda batuk.
- Kuku-kuku bagus, bentuknya sempurna, tidak ada gejala-gejala bengkak, bila diraba suhunya tidak terasa panas.
- Tidak ada tanda-tanda mencret pada sekitar duburnya.
Penempatan sapi di kandang harus ditata agar mudah dibersihkan. Untuk
ternak skala kecil, sekitar 1-10 ekor sbeiknya sapi diletakan dalam
susunan satu baris, menghadap pada arah yang sama.
Pemberian minum & pakan
Untuk menghasilkan 1 kg susu diperlukan sekitar 4-5 kg air. Oleh
karena itu, air minum harus disediakan secara tidak terbatas. Biarkan
sapi minum sebanyak-banyaknya. Usahakan agar air minum dan tempatnya
selalu bersih. Pemberian pakan sangat berperan besar memicu produktivitas susu. Sapi
harus mendapatkan pakan yang seimbang dalam arti semua unsur nutrisinya
terpenuhi. Pakan yang baik harus mengandung karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral. Khusus untuk sapi yang tengah menyusui atau dalam masa laktasi (masa
pemerahan) kebutuhan makanannya ditambah sekitar 25% lebih bayak. Begitu
juga dengan kebutuhan minumnya.
Perkawinan sapi perah
Sapi betina mengalami masa birahi relatif pendek, sekitar 15-18 jam.
Waktu birahi lenjutnya akan datang setelah 21 hari. Jadi, bila peternak
terlambat mengetahui masa birahi, harus menunggu kedatangan masa birahi
berikutnya. Ada pun ciri-ciri sapi betina yang mengalami birahi adalah
sebagai berikut:
- Nafsu makan menurun.
- Tampak gelisah.
- Sering melengguh dan mendekati sapi jantan.
- Sering menaiki spai lain, kalau dinaiki akan diam.
- Vulva tampak merah dan mengeluarkan cairan.
Sementara itu, masa birahi yang dialami sapi jantan cukup sering.
Dalam jangka waktu 2-3 hari sapi jantan bisa mengalami siklus birahi.
Terdapat dua cara mengawinkan sapi perah, yakni secara alami dan kawin suntik atau inseminasi buatan.
- Kawin alami, mengawinkan sapi jantan dan betina secara langsung. Seekor sapi jantan bisa mengawini 25-30 ekor sapi betina. Untuk peternakan susu kecil, perkawinan biasanya dilakukan dalam satu kandang. Dimana ada satu betina dan satu jantan yang keduanya sedang mengalami birahi.
- Kawin suntik, dilakukan dengan memasukkan sperma sapi jantan menggunakan peralatan tertentu ke dalam vagina spai betina. Kawin suntik ini memiliki banyak keunggulan. Lebih praktis, tidak perlu membawa sapi jantan ke sapi betina. Sperma bahkan bisa didapatkan dari penyedia sperma unggul, tanpa peternak memiliki spai pejantannya.
Masa laktasi dan pemerahan
a. Masa laktasi
Sapi perah betina sudah bisa beranak setelah 2,5 tahun. Setelah
melahirkan anaknya, sapi bisa diperah selama 10 bulan. Di masa-masa
awal, sekitar satu minggu setelah melahirkan susu yang dihasilkan
berwarna kekuningan dan agak kental. Susu ini disebut kolostrum yang
banyak mengandung gizi. Kolostrum biasanya diberikan kepada bayi sapi.
Setelah itu sapi akan mengeluarkan susu dengan jumlah yang
fluktuatif. Pertama-tama volumenya agak sedikit semakin hari semakin
banyak hingga akhirnya menurun kembali hingg pada bulan ke-10. Selama
masa laktasi berat badan sapi akan mengalami turun naik.
Sapi perah betina bisa beranak setahun sekali. Biasanya sapi dikeringkan terlebih dahulu 2 bulan menjelang melahirkan.
Sapi perah betina akan terus produktif hingga usia 10 tahun. Puncak
produktivitasnya ada pada umur 7-8 tahun. Setelah melewati umur 10 tahun
produksi susu akan berkurang drastis.
b. Pemerahan
Pemerahan susu biasa dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari.
Masing-masing proses pemerahan berlangsung selama 5-7 menit saja. Ada
bebrapa hal yang harus diperhatikan dalam memerah susu, antara lain:
- Kandang dan peralatan perah harus benar-benar bersih.
- Badan sapi harus dibersihkan terlebih dahulu, tidak ada kotoran yang menempel pada bagian belakang sapi.
- Pemerah susunya pun harus dalam keadaan bersih, karena susu mudah meyerap bau-bauan.
- Ambing susu dicuci terleih dahulu dengan air hangat, untuk meminimalkan pencemaran oleh bakteri.






0 komentar:
Posting Komentar